Minggu, 23 Juni 2013

HARGA BBM NAIK, PAK GURU AYO KEMBALI BERSEPEDA


Kebijakan Pemerintah yang akan menaikan harga BBM apa pun alasannya akan berdampak terhadap rakyat Indonesiai tak terkecuali kaum guru Indonesia.
Beberapa kawan dapat dipastikan akan beralih menggunakan sepeda onthel untuk melaksanakan tugasnya, Keadaan demikian mengingatkan kaum guru di tahun 70-an.
Alasan yang lain adalah untuk memberikan suri tauladan kepada siswanya akan bahaya polusi udara, memberikan contoh bahwa bersepeda itu sehat, serta memberikan keteladanan bagi masyarakat yakni kepribadian guru yang rendah diri, hemat, dan kesederhanaan.
Meski guru kini telah mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari Pemerintah, serta pandangan masyarakat kepada guru semakin bermartabat, atas perjuangan PGRI, namun tidaklah berarti harus menyamakan kedudukan dengan profesi lain yang penghasilannya lebih tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan penghasilan guru di negara lain, meski guru Indonesia mengalami peningkatan pendapatan tetapi masih jauh jika dibandingkan guru di Malaysia atau Jepang.
Kembali bersepeda bagi guru tentu disambut dengan suka cita. Apalagi kini mengendarai Sepeda Onthel bukan hal yang karena tidak ada sepeda motor, tetapi justru lebih bergengsi. Pasalnya sepefda onthel boleh jadi harganya lebih dari harga sepeda motor.
Guru bersepeda onthel akan tampak anggun bagi guru perempuan dan akan tampak bersahaja bagi guru laki-laki.
“Untunglah sepeda onthel saya masih ada mas,” begitu pengakuan seorang guru. Meski dari model lama (onthel) tetapi sangat bagus. Apalagi onthel yang dimiliki bermrk terkenal yang sudah pasi mahal harganya.
Bersepeda menjadi pilihan yang terbaik bagi kalangan guru.

Sudah jelas pasti naik

Senin, 17 Juni 2013

SILABUS Kurikulum2013 Kelas I Tema 2 : Kegemaranku

SILABUS
Kelas I
Tema 2 : Kegemaranku
Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah




KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2013
Pada Tema ini pembelajaran dilaksanakan 4 minggu

Kegiatan Minggu Pertama

1.      Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya

2.      Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru

3.      Peserta didik secara bersama-sama menyebut yel-yel semangat dengan lafal yang jelas kata-kata seperti rajin membaca dijawab secara bersama-sama bermanfaat sekali….! Rajin berolahraga jawab peserta didik secara bersama-sama sangat menyehatkan….! Dan seterusnya

4.      Peserta didik menceritakan tentang kegemarannya masing-masing kepada teman sebangkunya, kemudian menceritakannya kepada teman-teman di kelasnya

5.      Berdasarkan cerita peserta didik, kemudian peserta didik mendengarkan pengembangan dari guru mengenai alasan peserta didik menyukai hal tersebut, seberapa sering ia melakukannya, apa manfaat dari kegemarannya itu.

6.      Mendengarkan cerita yang berhubungan  dengan kegemaran, kemudian peserta didik mengenali perilaku  terpuji dari cerita tersebut
1.      Dari pengamatan gambar di atas peserta didik mewarnai gambar yang berhubungan dengan kegemaran tokoh dalam cerita tersebut, kemudian gambar tersebut ditempel di mading kelas (sebaiknya bukan hanya gambar yang bagus-bagus ssaja)

2.      Di dalam kelompok peserta didik menyebutkan tentang  perilaku disiplin di rumah dan sekolah, serta saling bercerita tentang kegemaran yang dilakukan sehari-hari  dengan bahasa yang santun

3.      Melalui pengamatan gambar peserta didik menceritakan perilaku-perilaku yang harus dilakukan di sekolah untuk menunjukkan sikap disiplin

4.      Peserta didik menceritakan tentang makanan kegemaran yang dijual di kantin atau sekitar sekolah.

5.      Peserta didik menceritakan tentang makanan kegemaran yang dibawa dari rumah untuk bekal di sekolah

6.      Menunjukkan sikap disiplin pada waktu belajar, istirahat, dan bermain di sekolah dan di rumah, dengan mengucapkan sapaan, terima kasih, dan mengucapkan maaf.
7.      Mengamati lingkungan sekolah (kantin sekolah) untuk mengetahui jajanan yang sehat dan memilih jajanan yang sehat.

8.      Menceritakan perilaku jujur yang sebaiknya ditunjukkan ketika terlambat tiba di sekolah, ketika tidak membuat PR, atau ketinggalan buku di rumah,1.      Peserta didik mendengarkan puisi yang berhubungan dengan kegemaran, kemudian peserta didik mengenali perilaku terpuji dari puisi tersebut
2.      Mengenali salah satu  perilaku bertanggungjawab yaitu memelihara tanaman, kemudian mengenali dampak dari perilaku tersebut bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

3.      Menunjukkan tanggung jawab dengan melakukan kegiatan  merawat dan memelihara tanaman yang ada di dekat kelasnya dan di lingkungan sekolahnya
Penilaian
1.      Tertulis
2.      Lisan
3.      Unjuk kerja
4.      portofolio

Minggu Kedua

  1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya

  1. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru

  1. Peserta didik secara bersama-sama menyebut yel-yel semangat dengan lafal yang jelas kata-kata seperti rajin belajar  dijawab secara bersama-sama pasti pintar….! Rajin bernyanyi jawab peserta didik secara bersama-sama sangat menyenangkan ….! Dan seterusnya

Peserta didik mendengarkan  cerita tentang  tokoh dengan satu kegemarannya, kemudian peserta didik menceritakan dengan bahasanya sendiri mengenai tokoh, dan hal-hal yang berkaitan dengan kegemaran




  1. tokoh tersebut berdasarkan  cerita

  1. Di dalam kelompok peserta didik memilih gerakan yang paling disukainya dari gerakan-gerakan  dasar jalan,  berlari, dan melompat.  

  1. Peserta didik diminta untuk memikirkan gerakan binatang yang memiliki kemiripan dengan gerakan jalan, berlari dan melompat, kemudian mempraktikkannya.

  1. Di dalam kelompok peserta didik saling bercerita tentang  manfaat  peduli terhadap sesama,  dan bertanya jawab tentang manfaat berteman dengan semua orang.

  1. Peserta didik secara bergiliran mengamati benda-benda yang ada di sekitar dan menentukan bahan alam untuk lipat gunting, dan tempel yang disukainya (bahan alam misalnya berbagai jenis dedaunan, kelopak bunga, pelepah pisang, ranting-ranting dan sebagainya)

  1. Peserta didik memilih karya apa yang akan di buat berdasarkan pilihan-pilihan yang diberikan guru.

  1. Peserta didik membuat karya dari bahan alam dengan teknik gunting dan tempel

  1.  Peserta didik menceritakan secara bergantian mengenai perilaku membantu ibu di rumah.

  1. Peserta didik menceritakan tentang kegiatan kegemarannya dalam perilaku membantu ibu di rumah

  1. Di dalam kelompok peserta didik menceritakan tentang perilaku percaya diri ketika membantu ibu di rumah dan mempraktekkannya.


  1. Melalui bermain peran peserta didik mempraktekkan aktivitas positif untuk belajar  secara disiplin, misalnya dengan mengumpulkan tugas tepat waktu.

Penilaian
1.      Tertulis
2.      Lisan
3.      Unjuk kerja
4.      portofolio


Minggu Ketiga
  1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya

  1. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru
  2. Peserta didik bernyanyi bersama lagu “Garuda Pancasila”
  3. Peserta didik mengamati gambar Garuda Pancasila dan mendiskusikan bersama guru mengenai bagian-bagian dari gambar tersebut.

  1. Peserta didik di dalam kelompok menyusun gambar bagian-bagian lambang Garuda Pancasila , kemudian secara bergiliran wakil dari kelompok menunjuk bulu sayap, bulu ekor, dan bulu leher pada burung garuda

  1. Peserta didik dalam kelompok  secara bergiliran menjelaskan bagian-bagian  tubuh pada lambang Garuda pancasila, serta peserta didik menjelaskan arti gambar bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas


  1. Peserta didik secara bergiliran  melafalkan kalimat yang tertulis pada pita burung garuda

  1. Secara individu peserta didik menjiplak huruf tulisan yang ada dalam pita burung garuda serta membaca  kalimat Bhinneka Tunggal Ika dengan tata cara membaca yang baik dan benar

  1. Mendengarkan cerita dari guru mengenai arti kata Bhinneka Tunggal Ika

  1. Menunjukkan empat  pasang orang dengan pakaian daerah di Indonesia


  1. Melalui permainan memasangkan gambar pakaian laki dan perempuan serta gambar pakaian daerah berdasarkan tabel yang telah disediakan  
  2. Bertanya jawab dengan teman sekitarnya mengenai suku darimana mereka  berasal
  3. Menceritakan tentang  suku teman disebelahnya
  4. Menjelaskan beberapa suku  teman-teman yang ada dalam kelasnya
  5. Peserta didik dipimpin guru mempraktekkan pola irama rata, kemudian  membedakan pola irama rata
  6. Peserta didik secara bersama-sama mempraktekkan pola irama rata dengan lagu
  7. Peserta didik mengamati gambar alat musik  ritmis yang berasal dari Indonesia berjumlah tiga buah kemudian menyebutkannya
  8. Menyebutkan alat musik  ritmis sesuai dengan gambar yang ditunjukkan guru

  1. Peserta didik mempraktekkan cara membaca dengan posisi duduk yang benar, memegang teks bacaan yang tepat, membalikkan halaman buku dengan benar

  1. Secara individu peserta didik membilang sampai 20 dan menunjuk  bilangan secara urut,
  2. Para siswa memegang kartu angka bertuliskan angka 1 – 20.  Secara berkelompok peserta didik bermain mencari pasangan sesuai dengan perintah guru

  1. Peserta didik bermain  pasangan bilangan sampai 20 (misalnya meminta sepasang siswa masing-masing menyebut angka yang kalau dijumlah jumlahnya 9, atau 18; Anak diminta berpasang-pasangan dengan memegang kartu angka yang bertuliskan 1-10, setelah itu mereka diminta menjumlahkan angka-angka tersebut)
Penilaian
1.      Tertulis
2.      Lisan
3.      Unjuk kerja
4.      portofolio

Minggu Keempat
  1. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya

  1. Mendengarkan doa yang ucapkan oleh guru
  2. Peserta didik menceritakan lagu anak-anak kegemarannya dan membahas mengenai satu atau dua lagu yang disebutkan oleh peserta didik
  3. Peserta didik secara bersama-sama membaca syair lagu yang berhubungan dengan lagu kegemaran
  4. Peserta didik memilih lagu kegemarannya dan menyanyikan lagu tersebut.
  5. Peserta didik menyanyikan lagi dengan diiringi pola  irama ritmis
  6. Peserta didik secara individu mempraktekkan teknik menulis dari mulai posisi duduk, memegang alat tulis, memilih tempat menulis dengan cahaya yang terang
  7. Peserta didik menjiplak huruf-huruf dan kata-kata sederhana dari lembar kerja, berkaitan dengan bacaan kegemaran sebelumnya
  8. Peserta didik melakukan gerakan manipulasi untuk menunjukkan kerja sama, seperti ketika guru berbicara garis lurus peserta didik melompat dan seterusnya
  9. Peserta didik memilih karya menempel kertas dari 3 pilihan yang diberikan oleh guru, dan menceritakan alasan pemilihannya.
  10. Peserta didik melihat berbagai warna dan menceritakannya  untuk menentukan hasil karya, kemudian peserta didik menentukan karya  melipat menggunting dan menempel
  11. Peserta didik membuat hasil karya melipat, memotong dan menempel dari bahan kertas berwarna
  12. Peserta didik memberi bingkai dari hasil karyanya
  13. Peserta didik bermain  pengurangan, dengan cara: Guru menyebutkan angka tertentu yang merupakan hasil pengurangan, kemudian anak diminta menyebutkan angka-angka  yang dapat menjadi kemungkinan. Misalnya, guru menyebutkan 3, kemudian anak  menyebut 7 dan 4, atau 9 dan 6, atau 12 dan 9.
  14. Peserta didik diberikan kartu bertuliskan angka 1-20 kemudian mereka berpasang-pasangan dan mengurangi bilangan yang lebih besar dengan yang lebih kecil. Melalui lembar kerja peserta didik menuliskan hasilnya.
Penilaian
1.      Tertulis
2.      Lisan
3.      Unjuk kerja
4.      portofolio

1.      Siswa menunjuk gambar dan  melakukan  tanya jawab tentang tempat ibadah yang ada di sekitarnya dengan artikulasi yang tepat.

Silabus Kurikulum 2013 Kelas 1 Tema 1 : Diri Sendiri : Jujur, Tertib Dan Bersih Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah

SILABUS
Kelas I
Tema 1 : Diri Sendiri : Jujur, Tertib Dan Bersih
Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah




KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2012


DIRI SENDIRI: jujur, tertib dan bersih

(4 minggu)

KD PPKn
·   Menerima keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis) sebagai anugerah Tuhan (KI-1)
·   Menunjukkan perilaku baik (jujur, disiplin, tanggung-jawab, santun, peduli/kasih sayang, dan percaya diri) dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila (KI-2)
·   Mengenali keberagaman karakteristik individu melalui pengamatan di rumah dan sekolah (KI-3)
·   Mengetahui tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah (KI-3,KD-2)
·   Menyajikan kebersamaan dalam keberagaman karakteristik individu di rumah dan sekolah melalui permainan
BAHASA INDONESIA
· Mendengarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik untuk berdoa (sesuai agama yang dianutnya) di sekolah dan di rumah. (KI-1,KD-2)
· Membacakan doa dengan pengucapan yang baik (KI-1,KD-3)
· Menunjukkan perilaku yang baik dan sopan dalam mendengarkan dan berbicara pada saat memperkenalkan identitas diri, bercakap-cakap dengan keluarga, guru, dan teman (KI-2,KD-1)
· Menyapa dan menyampaikan ucapan selamat, terima kasih atau permohonan maaf sesuai dengan konteksnya  (KI-2,KD-2)
· Berkomunikasi secara lisan dengan orang lain dengan menggunakan informasi tentang data diri, bagian tubuh  dan kebutuhan tubuh, lingkungan dan pola hidup sehat,   lingkungan sekitar , buah, tanaman, dan masakan (KI-4,KD-1)
· Berbicara spontan tentang diri (KI-4,KD-3)
· Mengamati tentang diri, makhluk hidup dan benda di sekitar dan menceritakan kepada orang lain (KI-4,KD-5)
· Menerapkan cara membaca (permulaan) dengan cara yang benar (cara duduk, jarak mata dan buku, cara memegang buku, cara membalik halaman buku, memilih tempat dengan cahaya yang  terang) (KI-4,KD-8)
· Menerapkan cara menulis (permulaan) dengan benar (cara duduk, cara memegang pensil, cara meletakkan buku, jarak mata dan buku, dan memilih tempat dengan cahaya yang terang) (KI-4,KD-9)
Matematika
·    Menunjukkan perilaku rapi dengan menata benda-benda di sekitar ruang kelas berdasarkan dimensi (bangun datar, bangun ruang), beratnya, atau urutan kelompok terkecil sampai terbesar dengan rapi (KI-2, KD-1)
·    Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan   benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain (KI-3, KD-2)
·    Membentuk berbagai bangun datar dengan menggunakan papan berpaku atau media lainnya (KI-4, KD-4)
·    Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain (KI 3, KD 1)
PENDI\DIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN

·        Mengetahui bagian-bagian tubuh manusia dan kegunaannya
·        Mengetahui dampak jangka pendek Mempraktikkan aktivitas fisik
·        Mengetahui dan mampu memilih jajanan sehat
·        Mengetahui cara menjaga  kebersihan diri yang meliputi kebersihan badan, kuku, kulit, gigi, dan rambut  dan pakaian

·        Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak  (konsep : tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk   permainan sederhana dan atau tradisional
·        empraktikkan pola gerak dasar non-lokomotor  yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional (

·        Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional
·        Mempraktikkan aktivitas jasmani untuk meningkatkan keseimbangan dan kelincahan tubuh melalui permainan sederhana
SENI, BUDAYA, DAN DESAIN
·      Merasakan keindahan alam dan karya seni sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan (KI-1, KD-1)
·      Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari (KI-2, KD-1)
·      Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai ide untuk berkarya (KI-2, KD-2)
·      Mengenal  pola irama lagu bervariasi dengan alat musik ritmis  (KI-3, KD-2)
·      Mengenal gambar ekspresi (KI-3,KD-1)
·      Menyanyikan lagu anak-anak dan memperagakan tepuk birama dengan gerak (KI-4, KD-5)
·      Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar (KI-4, KD-1)

Kurikulum 2013 untukSD berbasis Tematik

Kurikulum 2013 sebagai bagian dari investasi peningkatan mutu pendidikan. Tentu tidak bisa bertentangan dengan peraturan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karna itu, SKL menjadi rajukan ketika kurikulum 2013 ditetapkan. Termasuk tujuh standar nasional pendidikan lainnya. Demikian juga dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tetap menjadi kurikulum 2013. Satuan pendidikan tetap mempunyai kewenangan untuk mengembangkan kurikulum sendiri yang sesuai dengan satuan pendidikan tersebut. Di samping itu, kurikulum 2013 tetap merupakan kurikulum berbasis kompetensi.
Namun demikian, sebagai mana dinyatakan pada UU nomor 20 tahun 2003 tantang system pendidikan nasional pasal 38, kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. Satuan pendidikan tetap harus merajuk pada kerangka dasar dan struktur kurikulum jika harus mengembangkan kurikulum sendiri. Ketentuan untuk merajuk pada kerangka dasar dan struktur kurikulum merupakan bagian dari quality assurance.
Kurikulum 2013 merupakan investasi peningkatan mutu yang strategis, namun sasaran besar baik dari segi siswa yang akan menjadi subjek dari kurikulum 2013, maupun guru yang jadi actor utama dalam impelmentasinya, sehingga pelaksanaan secara serentak dengan sasaran semua satuan pendidikan secara nasional menjadi hal yang sulit untuk dilaksanakan. Wakil Presiden dalam sambutanya dalam pembukaan rembuknas kementrian pendidikan dan kebudayaan tahun 2013, menyatakan bahwa implementasi kurikulum 2013 perlu dilaksanakan segera secara bertahap dan jangan molor karena yang rugi generasi muda. Begitu molor pasti ada korban, sebagai generasi muda tidak bisa menerima manfaat kurikulum baru.
Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara terbatas dan berjenjang. Untuk SD akan dilaksanakan pada I dan IV, sedangkan pada tingkat SMP dilaksanakan VII, dan di SMA dilaksanakan di kelas IX jika pada tahun ajaran 2013/14 kurikulum 2013 dilaksanakan pada kelas-kelas tersebut, maka pada tahun ajaran 2014/15 secara berjenjang dilaksanakan pada kelas-kelas berikutnya. Misalnya di SD dapat dilaksakan pada kelas II dan V, sedangkan di SMP dapat dilaksanakan pada kelas X.
Keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 tidak hanya pada ketepatan dan comperehensiveness perumusan SKL dan kerangka dasar, serta struktur kurikulum, tetapi dari kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan dan kepemimpinan guru pada tingkat kelas. Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran penting memfasilitasi gurudalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Sedangkan kepemimpinan guru di tingkat kelas jelas menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Guru merupakan actor terdepan dalam melaksanakan kurikulum 2013 yang berhadapan dengan peserta didik.
Peran penting guru antara lain :
  1. Kemampuan menjabarkan topik-topik bahasan pada mata pelajaran menjadi informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik
  2. Kemampuan untuk mengidentifikasi tingkat dan area kesulitan peserta didik dan kemampuan untuk membantunya keluar dari kesulitan tersebut, dan
  3. Kemampuanmelakukan evaluasi guru dapat menentukan strategi untuk menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat dan kecepatan dalam memberikan informasi berupa pengetahuan kepada peserta didik
Kurikulum 2013 memang merupakan instrument peningkatan mutu pendidikan. Para guru dan kepala sekolah menjadi pendukung utama agar kurikulum 2013 dapat secara signifikan meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah.
Enam mata pelajaran berbasis tematik
            Mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan  menjadi enam mata pelajaran, yaitu:
  1. Agama
  2. PPKN
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  6. Seni Budaya
Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu:
  1. IPA
  2. IPS
  3. Muatan local, dan
  4. Pengembangan diri
Diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainya,

Tematik Integratif pada kurikulum 2013

Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.
Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya. Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.

Selasa, 11 Juni 2013

CONTOH PROFILE PERPUSTAKAAN DICONTOHKAN OLEH PERPUSTAKAAN DJAKA DOLOG (INDRA JAYA) sdn BRONDONG 1 KECAMATAN PASEKAN KABUPATEN INDRAMAYU

PROFIL PERPUSTAKAAN

JAKA DOLOG
(RADEN INDRA JAYA)
SDN BRONDONG  I
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PASEKAN
KABUPATEN INDRAMAYU



Jl. Pabean No. 2 Desa Brondong kecamatan Pasekan Indramayu, telpon 082126776000

PROFIL PERPUSTAKAAN SDN BRONDONG  I

NAMA PERPUSTAKAAN                                         :  JAKA DOLOG (RADEN INDRA JAYA)
NAMA SEKOLAH                                                      :  SDN BRONDONG  I
JENIS PERPUSTAKAAN                                               :  PERPUSTAKAAN BUKU (NON DIGITAL)
KATEGORI PERPUSTAKAAN                                   : PERPUSTAKAAN SEKOLAH

GEDUNG PERPUSTAKAAN

BANGUNAN MILIK                                                     : SENDIRI
ASAL BANGUNAN                                                      : APBN 2909
TAHUN PEMBUATAN                                                : 2009


ALAMAT

ALAMAT                                                                      : JL. PABEAN NO. 2
DESA                                                                             : BNRONDONG
KECAMATAN                                                               : PASEKAN
KABUPATEN                                                                   : INDRAMAYU
PROPINSI                                                                      : JAWA BARAT
TELPON                                                                         : 082126776000
EMAIL                                                                           : gugus.tengiri@yahoo.co.id
WEBSITE                                                                       :gugustengiri.blogspot.com

SEKOLAH

NAMA SEKOLAH                                                         : SDN BRONDONG I
STATUS SEKOLAH                                                         : NEGERI
NSS                                                                                  :
NPSN                                                                               :
ALAMAT                                                                        : JL. PABEAN NO. 2
DESA                                                                             : BNRONDONG
KECAMATAN                                                               : PASEKAN
KABUPATEN                                                                 : INDRAMAYU
PROPINSI                                                                      : JAWA BARAT
TELPON                                                                         : 082126776000
EMAIL                                                                           : agus.warsono@ymail.com
WEBSITE                                                                       : ayokesekolah.blogspot.com



KOLEKSI  BUKU

A.    NON FIKSI
UNTUK SISWA
NO
KOLEKSI
JUMLAH
KETERANGAN
JUDUL
JILID
1
SEJARAH
20


2
IPTEK
40


3
BIOLOGI
10


4
FISIKA
5


5
MIPA
5


6




7





GURU /DEWASA
NO
KOLEKSI
JUMLAH
KETERANGAN
JUDUL
JILID
1
SEJARAH
5


2
IPTEK
10


3
BIOLOGI
10


4
FISIKA
5


5
MIPA
10


6
SASTRA/BUDAYA
40


7
INSIKLOPEDI
10
50

8
PENDIDIKAN
10


9
PERUNANG-UNDANGAN
5


10
KAMUS
5




B.    FIKSI

BACAAN SISWA
NO
KOLEKSI
JUMLAH
KETERANGAN
JUDUL
JILID
1
CERITA BERGAMBAR
100


2
KOMIK
5


3
CERITA ANAK
500


4
DONGENG
200


5
LEGENDA
50


6
SASTRA ANAK
5


7
MAJALAH ANAK
10


8
KORAN PELAJAR
100





BACAN GURU
NNO
KOLEKSI
JUMLAH
KETERANGAN
JUDUL
JILID
1
SASTRA
25


2
MAJALAH
20


3
KORAN
100


4
Lain-lain
20


5






PUTAKAWAN DAN PERSONALIA PERPUSTAKAAN

PUSTAKAWAN                                                         : AGUS WARSONO, SPd.I,MSi.
STAF PERPUSTAKAAN                                            : INDAH, SPd.I
STAF PERPIUSTAKAAN                                           : SUGIARTO, SKM
STAF PERPUSTAKAAN                                            : SYAIFUL
KEPALA SEKOLAH                                                    : AGUS WARSONO,SPd.I,MSi.

KEADAAN PERPUSTAKAAN
ASAL BANGUNAN                                                      : APBN 2909
BANGUNAN MILIK                                                     : SENDIRI
TAHUN PEMBUATAN                                                : 2009
INVENTARIS PERPUSTAKAAN



NO
NAMA BARANG
KONDISI
JUMLAH
BAIK
RUSAK RINGAN
RUSAK BERAT
1
LEMARI BUKU
2
2

4
2
RAK BUKU
2

2
4
3
RAK DATA
1


1
4
MEJA PUSTAKAWAN
1


1
5
KURSI PUSTAKAWAN
1


1
6
MEJA BACA
4


4
7
KURSI BACA
16


16
8
LEMARI KACA
1
2

3
9
PAPAN DATA
6


6
10
PAPAN MAJALA DIDNDING
2


2
11
PAPAN TULIS
2


2



KATALOGISASI

KATALOGISASI PERPUSTAKAAN JAKA DOLOG (INDRAJAYA) SDN BRONDONG  I menggunakan
Katalog buku dalam terbitan seperti perpustakaan pada umumnya.

PENGELOLAAN KOLEKSI
                                                                        
Pengelolaan koleksi dibaggi menjadi 2 yakni fiksi dan non  fiksi. Kemudian dibedakan  kembali menjadi bacaan siswa dan bacaan gusru/dewasa.

SIRKULASI PEMINJAMAN
                                                                             
Sirkulasi peminjaman dengan ketentuan
a.     Persiswa perjudul dalam sekali pinjam
b.     Layanan baca :
Baca disekolah
Baca dirumah/dibawa pulang ke rumah
c.      Layanan Peminjaman:
Pinjaman baca disekolah tanpa kartu peminjaman
Pinjaman di bawa pulang ke rumah siswa menggunakan kartu peminjaman
d.     Lama peminjaman di sekolah dibaca di lingkungan dalam sekolah dengan waktu saat sekolah buka
Lama pinjaman dibawa pulang diberi waktu pengembalian dengan menghitung
Banyak buku, banyak jilid sebuah judul, ketebalan sebuah buku, dan besar huruf sebuah buku.

KETATAUSAHAAN PERPUSTAKAAN
                                       
Ketatausahaan Perpustakaan Jaka Dolog (Indrajaya) SDN Brondong 1
Pengelolaan dilakukan oleh tenaga non pustakawan terdidik
Sajian data secara mandiri meski merupakan bagian inventaris sekola
Pengelola perpustakaan adalah bagian dari personil sekolah
Pengelolaan perpustakaan menggunakan prinsip pustaka untuk belajar artinya buku/pustaka yang dimiliki perpustakaan Jaka Dolog (Indra Jaya) SDN Brondong 1 merupakan media belajar siswa.


IMPLIKASI  PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN BAGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN.

Implikasi pengelolaan perpustakaan terlihat
Peningkatan gairah belajar siswa
Budi pekerti siswa
Peningkatan kegemaran membaca

PRESTASI PERPUSTAKAAN

Dipandang sebagai Perpustakaan terbaik di tingkat kecamatan



Indramayu, 1 Agustus 2013
Kepala SDN Brondong 1

AGUS WARSONO, SPd.I, MSi.
NIP. 196508291986101001






















                                             LAMPIRAN-LAMPIRAN












POTO GEDUNG PERPUSTAKAAN JAKA DOLOG (INDRAJAYA)
TAMPAK DEPAN








PRESENTASI LOMBA PERPUSTAKAAN
PERWAKILAN KECAMATAN PASEKAN


JAKA DOLOG
(RADEN INDRA JAYA)
SDN BRONDONG  I
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PASEKAN
KABUPATEN INDRAMAYU







BAB 1.
                                 MISI DAN KEBIJAKAN
“Perpustakaan sekolah dalam pendidikan dan pembelajaran untuk semua”.
1.1Misi      
Perpustakaan sekolah menyediakaninformasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Perpustakaan sekolah merupakan sarana bagi para murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agarmereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
1.2Kebijakan
Perpustakaan sekolah hendaknyadikelola dalamkerangka kerja kebijakan yang tersusun secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah disusun denganmempertimbangkanberbagai kebijakan dan kebutuhan sekolah yang menyeluruh, serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran maupun kenyataansekolah.
Kebijakan tersebutmenentukan kapan, di mana, untuk siapa dan oleh siapa potensi maksimal akan dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan akan dapat dilaksanakan bila komunitas sekolahmendukung dan memberikan sumbanganpada maksud dan tujuan yang ditetapkan di dalam kebijakan. Karena itu, kebijakan tersebut harus tertulis dengan sebanyak mungkin keterlibatan yang berjalan secara dinamis, melalui banyakkonsultasiyang dapat diterangkan,serta hendaknyadisebarkan seluas mungkin melalui media cetak.
Dengan demikian, filosofi, ide, konsep dan maksud untuk pelaksanaan dan pengembangannya akan makin jelas serta dimengerti dan diterima, sehingga hal itu dapat segera dikerjakan secara efektif dan penuh semangat. Kebijakan tersebut harus komprehensif serta dapat dilaksanakan.Kebijakan perpustakaan sekolah tidak boleh ditulis oleh pustakawan sekolah sendirian, tetapi harus melibatkan para guru dan manajemen senior. Konsep kebijakan harus dikonsultasikan secara luas di sekolah danmendapat dukungan melalui diskusi terbuka yang mendalam. Dokumen dan rencana kerja berikutnya akanmenjelaskan peranan perpustakaan dalamhubungannya dengan
berbagai aspek berikut:
•kurikulum sekolah
•metode pembelajaran di sekolah
•memenuhi standar dan kriteria nasional dan lokal
•kebutuhan pengembangan pribadidan pembelajaranmurid dan
•kebutuhan tenaga pendidikan bagi staf
•meningkatkanaraskeberhasilan.
Komponen yang memberikan sumbangan ikut ambil bagian dalam perpustakaan sekolah yang dikelola dengan baik dan efektifsecara maksimal adalahsebagai berikut:
•anggaran dan pendanaan
•tempat/lokasi
•sumberdaya
•organisasi
•ketenagaan
•penggunaan perpustakaan
•promosi.
Semua komponen tersebut di atas adalah penting di dalam kerangka kerja kebijakan dan
rencana kegiatanyang realistis. Aspek tersebut akan dibahas di dalam dokumen ini. Rencana kegiatan harus mencakup strategi, tugas, sasaran, pemantauan dan evaluasi secara rutin. Kebijakan dan rencana merupakan dokumen aktif yang harus selalu ditinjau ulang.
1.3Pemantauan dan Evaluasi
Dalam prosesmencapai tujuan perpustakaan sekolah, pihak manajemen harus secara kontinyu memantau kinerja layanan untuk menjamin bahwa strategiyang digunakan mampu mencapai berbagai sasaran yang telah ditentukan. Kegiatan pembuatan berbagai statistik harus dilakukan secara berkala guna mengetahui arah perkembangan. Evaluasitahunan hendaknya mencakup semua bidang kegiatan yang dimuat dalam dokumenperencanaan dan meliputi butir berikut:
•apakah kinerja layananmencapai sasaran dan memenuhi tujuan yang ditentukan perpustakaan, kurikulum dan sekolah
•apakah kinerja layanan memenuhi kebutuhan komunitas sekolah
•apakah kinerjamampu memenuhi kebutuhan yang berubah
•apakah sumberdaya layanan kinerjatercukupi
•dan apakah pembiayaan layanan kinerjaefektif. biaya
ndikatorkinerjautamaberikut inimerupakan alat yang berguna untuk memantau dan mengevaluasi pencapaian tujuan perpustakaan:
Indikator penggunaan:
•pinjaman per anggota komunitas sekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik )
•jumlah kunjungan perpustakaan per anggota komunitassekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik)
•peminjamanper butiran materi perpustakaaan (yaitu perputaran koleksi)
•pinjamanper jam buka perpustakaan (selama jam sekolah dan setelah jam sekolah berakhir)
•pertanyaan referens yang diajukansetiapanggota komunitas sekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik)
•penggunaan komputer dan sumber informasi terpasang.
Indikator sumberdaya:
•jumlah buku yang tersedia untuk setiap anggota komunitas sekolah
•ketersediaan terminal/komputer mejauntuk setiap anggota komunitas sekolah
•ketersediaan akses terpasang komputer untuk setiap anggota komunitas sekolah
Indikator sumber daya manusia:
•nisbah antara staf ekuivalentenaga penuh-waktu dengananggota komunitas sekolah
•nisbah antara staf ekuivalentenaga penuh-waktu dengan penggunaan perpustakaan
Indikator kualitatif:
•survei kepuasan pengguna
•kelompokfokus (focus groups)
•kegiatan konsultasi
Indikator biaya:
•biaya per unit untuk berbagai fungsi, layanan dan kegiatan
•biayastafperfungsi (contoh, peminjaman buku)
•jumlah biaya perpustakaanuntuk setiap anggotamasyarakatsekolah
•jumlah biaya perpustakaan yang dinyatakan dalam prosentase dari jumlah anggaransekolah
•biaya media yang dinyatakan dalam prosentasejumlah anggaran sekolah
Indikator perbandingan:
•Tolok ukur data statistik dibandingkan dengan layanan perpustakaan yang relevanserta terbandingkan di sekolah lain dengan besaran dan karakteristik yang sama.

BAB 2
Tujuan perpustakaan
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
  • Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan
  • Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetauan kehidupan social dan politik
  • Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
  • Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
  • Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
  • Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa
  • Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.
BAB 3
Peran Perpustakaan
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, trekait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]

BAB 4
 SUMBERDAYA
“Perpustakaan sekolah harus memperoleh dana yang mencukupi dan berlanjut untuk tenaga yang terlatih,materi perpustakaan, teknologidan fasilitasserta aksesnya harus bebas biaya”
4.1 Pendanaan dan Anggaran Perpustakaan Sekolah
Untuk menjamin agar perpustakaan memperoleh bagian yang adil dari anggaran sekolah , butir berikut penting artinya:
•memahamiproses penganggaran sekolah
•menyadari jadwal siklus anggaran
•mengenal siapa yang menjadi tenaga penting
•memastikanbahwa segala kebutuhan perpustakaan teridentifikasi.
Dalam merencanankan anggaran komponenrencana anggaran berikut mencakup:
•biaya pengadaan sumberdaya baru (misalnya, buku, terbitan berkala/majalah dan bahan terekam/tidak tercetak); biaya keperluan promosi (misalnya, poster)
•biaya pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan keperluan administrasi
•biayaberbagai aktivitas pameran dan promosi
•biaya penggunaanteknologi komunikasi dan informasi (ICT), biaya perangkat lunak dan lisensi, jika keperluan tersebut belum termasuk di dalam biayateknologi dan komunikasi informasiumum di sekolah.
Sebagai ketentuanumum, anggaran materialperpustakaan sekolah paling sedikit adalah 5% untuk biaya per murid dalam sistim persekolahan, tidak termasuk untuk belanja gaji dan upah, pengeluaran pendidikan khusus,anggarantransportasi sertaperbaikan gedung dan sarana lain.
Biaya untuk tenaga perpustakaan mungkindapat dimasukkan di dalam anggaran perpustakaan, meskipun di sebagian sekolah hal itu lebih tepatdimasukkan di dalam anggaranstafumum.Hendaknyadiperhatikan bahwa pada saat menghitung biaya tenaga untuk perpustakaan, maka pustakawan sekolah perlu dilibatkan. Jumlah uang yang tersedia untuk ketenagaanberkaitan erat dengan isupenting, seperti berapa lama jam buka perpustakaan dapat diselenggarakan dan standar serta bentuk layanan yang dapat diberikan. Proyek khusus dan perkembangan lainnyaseperti kebutuhan rak baru memerlukan permintaan anggaran tersendiri.
Penggunaan anggaran harus direncanakan secara cermatuntuk keperluan setahun serta berkaitan dengan kerangka kerja kebijakan. Laporan tahunan hebdaknya dapat memberikan gambaran bagaimanaanggaran telah digunakan serta kejelasan apakah jumlah uang yang digunakan untuk perpustakaan telah mencukupi untuk tugas perpustakaan sertamencapai sasarankebijakan.
Pustakawan sekolah harus mengetahui secara jelas pentingnya anggaran yang cukup untuk perpustakaan, dan perlu menyampaikan ke manajemen senior karena perpustakaan melayani seluruh komunitas sekolah. Untuk meningkatkan anggaran perpustakaan sekolah, berikut ini perlu menjadi bahan pertimbangan:
•besarantenaga perpustakaan sekolah dan koleksi perpustakaan dapat dijadikan tolok ukur pencapaian akademik
•murid yangmencapainilai lebih tinggi dari standar ujian pada umumnya berasal dari sekolah yang mempunyai tenaga perpustakaan, buku dan terbitan berkala/majalah dan bahan pandang-dengar yang lebih banyak dibandingkan sekolah lainnya, tanpa memandangfaktor lain seperti faktorekonomi.
4.2 Lokasi dan Ruang
Peran pendidikan yang kuat dari perpustakaan sekolah harus tercermin pada fasilitas, perabotan dan peralatannya. Fungsi dan penggunaan perpustakaansekolahmerupakan factor penting untuk diperhatikan takalamerencanakan gedung sekolah barudan mereorganisasigedung sekolah yang sudah ada. Kendati tidak ada ukuran universal untuk fasilitasperpustakaan sekolah, namun merupakan sesuatu yang bermanfaat danmembantu jika kita memiliki formula sebagai dasar dalam menghitung perencanaan, agar setiap perpustakaan yang baru didisain memenuhi kebutuhan sekolah dengan cara palingefektif. Pertimbangan berikut ini perlu disertakandalam proses perencanaan:
•lokasi terpusat atau sentral,bimana mungkindi lantai dasar
•akses dan kedekatan,dekat semua kawasan pengajaran
•faktor kebisingan, paling sedikit di perpustakaan tersedia beberapa bagian yang bebas dari kebisingan dariluar
•pencahayaanyang baik dan cukup, baik lewat jendela maupun lampu penerangan
•suhu ruangan yang tepat (misalnya, adanya pengatur suhu ruangan ataupun ventilasi yang mencukupi) untukmenjamin kondisi bekerja yang baik sepanjang tahun disamping preservasikoleksi
•disain yang sesuai gunamemenuhi kebutuhanpenderita cacad fisik
•ukuran ruang yang cukup untuk penempatankoleksi buku,fiksi dan non-fiksi, bukusampul tebal maupuntipis, suratkabar danmajalah, sumber non-cetak serta penyimpanannya, ruang belajar, ruang baca, komputer meja, ruang pameran, ruang kerja tenaga dan meja perpustakaan
•fleksibitas untuk memungkinkan keserbaragaman kegiatan serta perubahan kurikulum dan teknologipadamasa mendatang
Daftar berbagai ruangan yang berbeda-beda berikut ini layak dipertimbangkan ketikamerencanakanperpustakaan baru:
•kawasan ruang belajar dan riset untuk penempatan meja informasi, laci katalog, katalog terpasang, meja belajar dan riset, koleksi referensi dan dasar
•kawasan ruang baca informal untukbuku danmajalah yangmendorong literasi, pembelajaransepanjang hayat, dan membaca untuk keceriaan
•kawasan ruang instruksional dengan kursi yang disusun untukkelompok kecil, kelompokbesar daninstruksional formalseluruhkelas, “dinding pengajaran”,dengan kawasanteknologipengajaran danpameranyang sesuai
•kawasan ruangproyekkelompok dan produksi untuk kerja fungsional danpertemuanperorangan, kelompok maupun kelas, serta fasilitas untuk produksi media
•kawasan ruang administrasi untuk meja sirkulasi, ruang kantor, kawasan untuk memproses materimedia perpustakaan, penyimpanan peralatan pandang-dengar, dan kawasan materi serta alat tulis kantor.
4.3 Perabot dan Peralatan
Disain perpustakaan sekolah memainkan peran utama menyangkutbagaimana perpustakaan melayanisekolah. Penampilan estetisperpustakaan sekolah memberikanrasa nyaman dan merangsang komunitas sekolah untuk memanfaatkan waktunya di
perpustakaan. Perpustakaan sekolah yang dilengkapi secara tepat hendaknyamemiliki
karakteristik sebagaiberikut:
•rasa aman
•pencahayaanyang baik
•didisain untuk mengakomodasi perabotan yangkokoh, tahan lama dan fungsional, sertamemenuhiperyaratan ruang, aktivitas dan pengguna perpustakaan
•didisain untuk menampungpersyaratan khususpopulasi sekolah dalam arti cara paling restriktif.
•didisain untuk mengakomodasi perubahan padaprogram sekolah, program pengajaran , serta perkembangan teknologi audio, video dan data yang muncul.
•didisain untuk memungkinkan penggunaan,pemeliharaan serta pengamanan yang sesuai menyangkutperabotan,peralatan, alat tulis kantor danmateri.
•dirancang dan dikelolauntuk menyediakanaksesyangcepatdan tepat waktu ke aneka ragam koleksi sumber dayayang terorganisasi.
•dirancang dan dikelola sehinggasecara estetis pengguna tertarik dan kondusif dalamhiburan serta pembelajaran, dengan panduan dan tanda-tandayang jelas dan menarik
4.4 Peralatan Elektronik dan Pandang-dengar
Perpustakaan sekolah mempunyai peran penting sebagai pintu gerbang bagi masyarakat masa kini yang berbasis informasi. Karena alasan inilah, maka perpustakaan sekolah harus menyediakan akses ke semuaperalatan elektronik, komputer, dan pandang-dengar. Peralatan tersebut meliputi:
•komputermeja dengan akses Internet
•katalog akses publik yang di sesuaikan denganusia dan tingkat murid yang berbeda
•tape-recorder
•perangkat CD-ROM
•alat pemindai (scanner)
•perangkat video (video players)
•peralatan komputer, khusus disesuaikan untuk pengguna tuna netra ataupun menderita cacad fisik lainnnya.
Perabotan komputer hendaknyadidisain untuk anak-anak danmudah disesuaikan guna meneuhi ukuranfisik yangberbeda.
4.4.1 Sumberdaya Materi
Ruang perpustakaan berstandar tinggi dan memilikisejumlah besarsumberdaya
berkualitas tinggi merupakan hal penting.Karena alasan tersebut,maka kebijakan manajemen koleksi bersifat penting.Kebijakan ini menjelaskan maksud, ruang lingkupdan isi koleksi termasuk akses ke sumber eksternal.
4.5 Kebijakan Manajemen Koleksi
Perpustakaan sekolah hendaknyamenyediakan akses ke sejumlah besar sumberdaya yang memenuhikebutuhan penggunaberkaitan dengan pendidikan, informasi dan pengembangan pribadi. Perkembangan koleksiyang terus menerus merupakan keharusan untuk menjaminpenggguna memperoleh pilihan terhadapmateribaru secara tetap. Tenaga perpustakaan sekolah harus bekerjasama denganadministrator dan guru agar dapat mengembangkan kebijakan manajemenkoleksibersama. Pernyataan kebijakan semacam itu harusberdasarkan kurikulum, kebutuhan khusus dan kepentingankomunitas sekolah, danmencerminkan keanekaragaman masyarakat di luar sekolah. Unsurberikut hendaknyadimasukkandalam pernyataankebijakan:
•Manifesto Perpustakaan Sekolah IFLA/UNESCO – Misi
•Pernyataan Kebebasan Intelektual
•Kebebasan Informasi
•Tujuankebijakan manajemen koleksi dan kaitannya pada sekolah dan kurikulum

•Program jangka pendek dan panjang

Hubungan perpustakaan dengan bacaan
Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan . Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau book material dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa non-book material seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.
                                            
PENUTUP

Peran penting pemustaka dalam mengembangkan citra dan layanan perpustakaan sebagai bagian integral pendidikan di semua jenjang tidak bisa dijadikan nomer dua lagi.
Ketersediaan buku dan tingkat pelayanan kepada pemustaka menjadi dua faktor penting pencitraan perpustakaan di mata pengguna.
Masih banyak yang harus dibenahi memang, tapi dengan semakin meningkatnya peran perpustakaan dan, apalagi dijadikan salah satu butir akreditasi, menjadikan pemustaka sebagai agen perubahan di lingkingan internal institusi.



                                 SELESAI

Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.
Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Peran Perpustakaan
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, trekait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]
Tujuan perpustakaan
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka: a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan; b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik; c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik; d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan lapangan pekerjaannya; f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]
1.       Sinaga, Dian Mengelola Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007) hlm. 15
2.       Muchyidin, Suherlan. Mihardja, Iwa D Sasmita Perpustakaan (Bandung: PT Puri Pustaka 2008) hlm 41,42







Agus warsono, SPd.I,MSi
Guru SDN BRONDONG 1