Tampilkan postingan dengan label Penyair Mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyair Mancing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

biarkan damai

biarkan damai
dihati nelayan
jangan kau perbaiki perahu rusaknya
kau pindahkan rumah di komplek indah
kau servis mesin karatan
kau ganti bendera kumal
atau kau tawarkan air asinku
biarkan damai
Indramayu, Juni 2015

Saat Sahabat Bersama Alam

 Sebuah kegiatan sastra kecil yang diprakarsai penyair Rg Bagus Warsono dalam menyuguhkan karyanya antologi bahari Sekeranjang Ikan. Pertemuan Kecil ini mengundang sahabat penyair Nasional untuk menikmati indahnya muara sungai Cimanuk tepatnya di pelabuhan pendaratan ikan Karang Song. Tentu saja sambil membaca puisi dengan mengambilan latar pemandangan perahu-perahu nelayan yang ditambat di sepanjang sungai Cimanuk.

Jumat, 25 November 2016

Penyair Mancing 11 Desember 2016

 Di tempat dimana banyak kapal kayu rusak di situ banyak ikan.
Kita mancing bareng sambil baca puisi Sekeranjang Ikan. Seluruh pembaca puisi akan diunggah di youtube oleh kamerawan profesional.
hanya :10 penyair tua muda yang memiliki jiwa sederhana (karena tempat nya sangat sederhana/darurat) mendapat kehormatan diundang
dalam acara :
Penyair Mancing 11 Desember 2016
Baca puisi Sekeranjang Ikan di perahu nelayan
dalam
Sehari Bersama Penyair Rg Bagus Warsono
Indramayu



 Membaca puisi di area terbuka tanpa mikrofun, tanpa tenda, tanpa penonton yang diundang, dan tanpa malu di depan lalu lalang orang kesibukan nelayan dan masyarakat memiliki kesan tersendiri. Sebuah pengalaman yang tak dapat dilupakan.

 Dalam baca puisi di perahu kayu nanti akan dihadirkan Pembaca Puisi Terbaik yang dimiliki Indramayu O.K Hadini.

 Kalian akan diajak memahami makna hidup ini, bagaimana nelayan mengatasi permasalahannya sendiri dengan sabar membetulkan jaring yang sobek, menambal labung kayu yang bocor, menukar ikannya dengan nasi dan rokok, membayar hutangnya ketika memperoleh hasil , hutang tanpa agunan apa pun, dan solidaritas diantara mereka berbagi ikan.

 Hanya saja nelayan tidak dalam kemapuan industri. Kenyataan ikan mereka dibuat sarden, kulit ikan itu dibuat kerupuk dengan kemasan toko, tulang ikannya , sirip ikannya sampai jeroan lainnya dimanfaatkan orang lain menjadi bahan industri yang sangat menguntungkan. Sedang nelayan hanya gigit jari melihat semua itu.

Sebaliknya nelayan menjadi sasaran (konsumen) besar produk perusahaan industri benang nilon, tambang plastik, alat tangkap ikan (jaring), mesin perahu, sampai alat komunikasi yang nilainya tidak tanggung-tanggung hingga trilyunan rupiah!

Lalu apa hubungannya nelayan dengan penyair? Nelayan itu kuat dan sangat percaya kepada Yang Maha Kuasa, dalam kontek hidup yang tak pasti. Ikan atau pulang hampa. Dan penyair harus kuat seperti nelayan, yang sama-sama memiliki penghasilan yang tak pasti. Ironisnya justru baru saja karyanya dikritik sudah tidak enak badan. Justru kritik menyehatkan, seperti nelayan telanjang dada di terik matahari di tengah lautan.

Suatu saat nanti penyair, akan diajak ke pulau Biawak , pulau yang berada kurang lebih 40km dari pantai Indramayu. Di pulau itu terdapat mersusuar tertua di Indonesia yang dibangun Belanda tahun 1700-an. Dan yang lebih aneh lagi di pulau itu terdapat banyak biawak. Pulau itu kini menjadi objek wisata. Sangat cocok untuk penyair baca puisi. Jika baca puisi di pulau ini tentu yang mendengarkan adalah biawak-biawak penghuni pulau ini.

 Penyair Mancing hanya kegiatan refresing penyair khusus sahabatku, Ingin rasanya mengajak semua sahabat tetapi keterbatasanku itu takut membuat kecewa tamu. Tetapi secara bergiliran akan ada waktunya untuk bertemu.

Apa Kata Mereka

Sorotan terhadap nilai-nilai budaya kepesisiran ini tentu saja memiliki kontribusi yang sangat strategis untuk membangun masa depan bangsa yang berbasis pada potensi sumber daya bahari. Masyarakat nelayan memiliki identitas kebudayaan yang spesifik dan terbangun melalui proses evalusi yang panjang.Sorotan terhadap nilai-nilai budaya kepesisiran ini tentu saja memiliki kontribusi yang sangat strategis untuk membangun masa depan bangsa yang berbasis pada potensi sumber daya bahari. Masyarakat nelayan memiliki identitas kebudayaan yang spesifik dan terbangun melalui proses evalusi yang panjang.


















 Sebagai suatu kesatuan sosial, masyarakat nelayan hidup, tumbuh, dan berkembang di wilayah pesisir atau wilayah pantai


Apa Kata Mereka

Di Indonesia masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan yang sederhana dalam menangkap ikan



Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau hewan laut lainnya yang hidup di dasar,maupun permukaan perairan.Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan payau maupun laut.

Penyair Mancing adalah

Penyair Mancing adalah kegiatan kecil, keinginan agar puisi-puisiku dalam antologi Sekeranjang Ikan dibaca oleh penyair hebat, aku memilih 10 penyair yang memiliki jiwa sederhana. Maklumlah gubuk reot sangarku tak dapat menampung banyak penyair, Beruntung ada sahabat memberi 5 kamar untuk menginap. Jadilah ide kecil ini dapat dilaksanakan. Mungkin satu dua penyair lain akan bertambah pada mendekati pelaksanaan. Kalau mau tidur bersama di gubuk sanggarku.

Apa Kata Mereka

Bagi masyarakat nelayan, kebudayaan merupakan sistem gagasan atau sistem kognitif yang berfungsi sebagai ”pedoman kehidupan”,

Apa Kata Mereka

Bagi masyarakat nelayan, kebudayaan merupakan sistem gagasan atau sistem kognitif yang berfungsi sebagai ”pedoman kehidupan”,

Apa Kata Mereka

Sebagai suatu kesatuan sosial, masyarakat nelayan hidup, tumbuh, dan berkembang di wilayah pesisir atau wilayah pantai

Penyair Mancing adalah kegiatan kecil

Penyair Mancing adalah kegiatan kecil, keinginan agar puisi-puisiku dalam antologi Sekeranjang Ikan dibaca oleh penyair hebat, aku memilih 10 penyair yang memiliki jiwa sederhana. Maklumlah gubuk reot sangarku tak dapat menampung banyak penyair, Beruntung ada sahabat memberi 5 kamar untuk menginap. Jadilah ide kecil ini dapat dilaksanakan. Mungkin satu dua penyair lain akan bertambah pada mendekati pelaksanaan. Kalau mau tidur bersama di gubuk sanggarku.
 Yang muda-muda biarlah bersenda gurau menepuk nyamuk di sanggarku. Gigitan nyamuk itu puisi. tetapi 5 penyair muda berbakat ini dan ditambah 1 cewe akan menjadi sastrawan ternama, karena aku bisa 'membaca.

Filosofi nelayan

Filosofi nelayan
Perahu beraneka ukuran dan warna, alat tangkap ikan bermacam cara , laut begitu luas, kayuh, mesin tempel atau perahu bermesin ganda, sama saja, semua pulang membawa ikan.
Sebuah filsofi nelayan: tak ada yang berebut di harta Allah. Begitu pula penyair/penulis , kita masing-masing, semua membawa rezekinya sendiri , begitu luas harta Allah.

Apa Kata Mereka

Hanya 40 % nelayan yang memiliki perahu, selebihnya adalah nelayan tanpa perahu.


















 Laut adalah harta Allah yang tak pernah habis.Nelayan tak khawatir laut kehabisan ikan. Itulah penyebab banyak nelayan hidup dengan jiwa sosial tinggi atau apabila tak dikatakan penuh pemborosan.


Apa kata mereka :

Permintaan beberapa zenis ikan serta hewan laut kepada nelayan sebagai tawaran pendapatan tinggi oleh pengusaha dari perusahaan yang membutuhkan bahan baku dapat menimbulkan ancaman terhadap ekosistem kehidupan pantai.


















 Perkembangan teknologi menyebabkan nelayan harus memahami dan mampu mengikuti serta menggunakannya seluruh proses menangkapan ikan cara modern , meskipun cara-cara tradisional ada yang menggunakannya , yang kini mulai terkikis.


















 Sesuatu yang luar biasa adalah ilmu astronomi mereka yang diwarisi turun temurun, Nelayan pandai membaca alam bahkan ada yang pandai memprediksi gejala alam. Kapan mereka melaut dan kapan mereka pulang mereka tahu arahnya.

Di Penyair Mancing di Karang Song Indramayu,

Inilah adik kita Tri Hadini Ok Pembaca Puisi Terbaik tk Jawa Barat 2014 jenjang sekolah dasar di Festival Seni Siswa Nasional kebanggaanku. Ia pasti mau membaca puisiku, kan muridku juga seperti cerpenis Tanti Scober sekarang dosen Unpad juga dulu pernah diajari olehku waktu sekolah dasar. Ia akan membaca Sekeranjang Ikan menemani Zaeni Boli, Fitrah Anugerah dan Dedy Tri Riyadi dan Muhammad Hafeedz Amar Riskha pada 11 Desember 2016 disaksikan penyair2 gaek ternama. Di Penyair Mancing di Karang Song Indramayu,
                              Tri Hadini O.K. pelajar SMPN Ungulan Indramayu