Rabu, 31 Mei 2017

Jl. Kapten Arya Indramayu, pusat kuliner Berbuka Puasa

Jalan Kapten Arya.
Sepanjang jalan Kapten Arya kelurahan Karang Anyar , terus sampai Kelurahan Karang Malang sampai Kelurahan Kepandean Indramayu di bulan Puasa ini penuh dengan penjuan makanan untuk berbuka puasa. Pasar kuliner tradisional musiman yang hanya tiap bulan Ramadhan saja adanya.
Dari mulai jajanan tradisional yang biasa ditemui di Indramayu sampai jajanan yang jarang ditemui di hari-hari biasa. Sebut saja misalnya jajanan naget, bongko roti, aneka kolak dan sebagainya. Sedang jajanan tradisional lainnya seperti pecel (rumbah dalam bahasa Indramayu), bakwan, kerupuk sambal , juga dijual di sini disamping makanan khas lain seperti nagasari, onde, jalabia, dsb. Pendek kata di sepanjang jalan ini melimpah ruah makanan khas Ramadhan. Silahkan berkunjung.
Bagaimana dengan di kota Anda apakah pasar jajanan Ramadhan ada juga?

Kegiatan sastra Facebook di bulan Ramadhan, Antologi Bersama Tadarus Puisi Penyair Indonesia Modern



TADARUS PUISI PENYAIR INDONESIA MODERN
SEKUMPULAN PUISI (ANTOLOGI)
Mengetengahkan suasana saum Ramadhan di Negeri ini.
Puisi puisi karya penyair dalam mengisi kegiatan Ramadhan.

Antologi Bersama Tercepat (3 hari) yang diikuti Penyair Indonesia Modern (tidak menyebut angkatan)

Ketentuan :

1.Kirim 1 buah puisi atau paling banyak 2 buah  puisi Anda terbaru dan belum pernah dipublikasikan dimanapun media. Lampirkan Biodata Singkat paling (banyak 100 kata.)

2.Tema : Ramadhan
                                                                                                          
3.Naskah di inbox pesan fb:  RgBagus Warsono
Waktu pengiriman : pada hari Kamis Jumat Sabtu tanggal 1, 2 dan 3 bulan Juni 2017 Masehi atau tanggal 6,7,8 Ramadhan 1438 H atau dari pukul 00,01 hari Jumat 1 Juni sampai pukul 12.00 hari Sabtu 3 Juni 2017.

4.Puisi masuk akan ditadarusi selama Ramadhan ini sebagai kegiatan Penyair di bulan Ramadhan.

5.Kegiatan ini hanya sebagai pengisi waktu yang tidak mengganggu kegiatan-kegiatan  saum Ramadhan.

6.Kegiatan ini gratis dan tidak mengharuskan peserta untuk membeli buku.

7.Perkembangan berikutnya seperti ulasan/kata pengantar/sorotan/ atau kritik yang akan dimuat di buku akan disampaikan dalam tadarus puisi selama Ramadhan ini.

8.Peluncuran buku dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja dan dimana pun tempat.

9.Penerbit buku ini rencananya diterbitkan oleh Penebar Pustaka Yogyakarta.

Rg Bagus Warsono


Selasa, 02 Mei 2017

Apa Kabar Pak Menteri Kemendikbud

Masih dalam suasana Hardiknas, Mentri Kemendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya masih mengetengahkan tema Karakter yaitu Penguatan Pendidikan Karakter. Sebuah program yang dituangkan dalam Surat keputusan Kemendikbud. Tentu saja tidak hanya sebagai suatu penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya diintegrasikan pada mata pelajaran tetapi juga harus ada 'kerja di kabinet apa yang disebut 'Kabeniet Kerja itu. Yakni tidak hanya slogan verbalis semata tetapi ada bukti bahwa Kemendikbud membuat kerja baru dalam Penguatan Pendidikan Karakter itu. Sebab banyak program cuma gembar-gembornya saja implementasinya nol.

 Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam penguatan karakter bagi generasi muda adalah memfilter masuknya informasi global yang meracuni generasi muda itu. Tetapi bagaimana? Kerja apa? Terlebih kemendikbud cuma membuat kurikulumnya saja tanpa bisa berbuat banyak. Sehingga program pendidikan karakter hanya slogan verbalis yang dianggap angin lalu oleh masyarakat luas. Pendidikan Karakter tetep di sekolah , anak-anak terus dijejali masukan informasi dari luar tanpa filter lagi seperti permainan games dengan tema kekerasan, film porno, berita hoax dan informasi yang merusak generasi muda serta musik yang tak pantas bagi adat ketimuran.

 Bahkan kebijakan pemerintah tak lagi sejalan dengan Visi Misi Jokowi-JK yang yang digemborkan itu. Nawacita dan Trisakti hanyalah program nya saja yang baik pelaksanaannya justru berlawanan. Mobil Esemka hanya sebagai alat promosi diri, kini setelah ia berkuasa untuk merealisasikan mobil buatan sendiri itu tidak bisa direalisasikan. Apa artinya Nawacita dan Trisakti itu mana yang bigembar-gemborkan berdikari itu !
Padahal membuat mobil buatan sendiri adalah salah satu penguatan pendidikan karakter bangsa.