Kumpulan Syair Lagu Keroncong



Kumpulan Syair Lagu Keroncong


1. Kr. SAMPUL SURAT
Sepuluh tahun yang telah laluDi Suatu pagi yang cerahDatanglah sepucuk surat yang telah lama kunantikanBetapa riang rasa hatikuTak dapat kusimpan juaSegera ku buka sampulnyaDengan penuh pengharapanTetapi apa dayaku….. disaat itu kecewaYang ku trima hanyalah sampul kosong belakaWalaupun hatiku remuk redamSampulnya ku simpan juaAgar jadi kenang-kenanganSelama hidup di duniaKr.
2.DEWI MURNI
Dewi Murni berkembenkan Sutra UnguMelambai meria rasaSemerbak memenuhi… Angkasa beralih biruDi….Baliknya….Awan …Membayang pelangi beraneka warnaMenantikan sang dewi murniTurun bermandi di telaga dewaKuntum Bunga semua Serentak mekarMenyebar wangiUntuk menyambut dewi MurniBertiti pelangi Turun Mandi
3. Kr. TANAH AIRKU
Mendalam Lembah CuramDi sela gunung meninggiSuatu pemandanganTanah Airku Indonesia Elok AdilSungai-Sungai mengalir berlikuMelalui hutan yang menghijauMenuju kelaut biruSerta padi beralun mendesahDihembus angin nan menderuIndah Tanah AirkuIndonesia RayaPujaan BangsakuTanah airku yang kaya rayaDengan Pemandangan Alamnya
4.DINDA BESTARI
Hati tenang melamun, oh dinda juwitakuIngat beta riwayat yang duluWaktu beta bertemuHati rindu berduri sayang tidak tersampaiRetak patah jiwa tak bernyaliIngat dinda bestariMaafkan dindaku beta lama tak bersuaKarna sedang membela negaraYang terserang bahayaDo’a puji juwitaKu harapkan bersamaSampaikanlah dindaku segeraUntuk medan taruna
5. RIWAYAT SANGKURIANG
Hung Dupa MengalunBuka tabir purbakalaRiwayat prianganIbu nang menanggung malangDipercinta oleh Putra Sangkuriang SaktiWalau Mengetahui Itu Ibunya sendiriAgar dapat berlari di gelap malamDi minta menyiapkanTlaga dan p’rahu semalamNun di timur fajar tiba sebelum waktunyaSangkuriang putra tak memenuhi janjinyaKr KemayoranLa la la la la la la oh ……Buah duren dimakan kalongJiwa manis indung di sayang La la la la la la la oh……..Tampang sih keren Tampang sih keren Kantongnya kosongAnak kancil lari kehutan kau memang centil bikin gregetanLa la la la la la la oh…….buah manis buah rambutanJiwa manis indung disayang La la la la la la la oh…..Adik yang manis Adik yang manis mata duitanRibu-ribu si anak rusaAbang terlalu suka menggodaLa la la la la la la oh ( musik intro)Angin ribut di musim hujan jiwa manis indung disayang La la la la la la la oh….Janganlah takut biarpun tongpes masihlah bujangMemang garam saranya asin ngaku bujangan anak selusinLa la la la la la la oh…….Makan bakso dikaki lima Jiwa manis Indung disayangLa la la la la la la oh….Kalaulah jodoh Kalaulah jodoh tak kan kemanaIni lagu keroncong asli Tua dan muda senang di hati
6. Kr TELOMOYO
Hasrat hatiku ingin berlaguMembawa Telomoyo nama lagunyaOh… inilah….kroncong asliSejak jaman Dulu kalaUntuk menghibur hati pendengar semuaKeroncong Telomoyo tetap kan bergemaHati yang sedih tuan kembali gembira
7. KR. DITEPINYA SUNGAI SERAYU
Di tepinya sungai SerayuWaktu Fajar menyingsingPelangi merona warnanyaNyiur melambai-lambaiWarna air sungai nan jernihBeralun berkilauanDesir angin lemah gemulaiAman tentram dan damaiGunung Slamet nan anggunTampak jauh disanaBagai sumber kemakmuranKerta kencana Indah murni alam semestaTepi sungai serayuIndah murni alam semestaTepi sungai serayuSungai pujaan bapak taniPenghibur hati rinduLgm.
8.  TERKENANG-KENANG
Terkenang-kenang wajahmuDengan rupa yang manisTerbayang senyum simpul di matakuOh rasa hatiku sedihTerbayang-bayang parasmuYang tak dapat kulupaTapi sayang hanya sepintas slaluSeperti dipermainkan sajaSewaktu-waktu mungkin ku dapat bertemuDengan kamu yang slalu kukenangkanIngin kubelajar kenal tetapi jangan marahBilla kamu tidak berkeberatanSudilah kiranya menerima
9. Lgm. FATWA PUJANGGA
Tlah ku trima suratmu nan laluPenuh sanjungan kata merayuSyair dan pantun tersusun indah sayangBagaikan sabda fatwa pujanggaKan kusimpan suratmu nan ituBak pusaka yang sangat bermutuWalau kita tak pernah bersua sayangCukup sudah tandamu setiaRef :Tapi sayang ……sayang sayang seribu kali sayangKemanakah risalahku kualamatkanTerimalah jawabanku ituHanyalah do’a restu illahiMogalah engkau tak putus asa sayangPasti kelak kita kan bersua
10. Kr. HANYA ENGKAU
Hanya engkauSurya untuk penghidupankuMenerangi keseluruh kalbuOh….betapakahRiang ria jiwaku di sampingmuHanya engkau tujuanku satuDikau manis embun sakti dini hariDengarkanlah hatiku menyanyiLg .
11. TELAGA SARANGAN
Teduh sunyi damai tenang telaga saranganIndah bukan buatan pemandangan untuk bertamasyaTempat marga satwa mandi berkencimpung riaBebas menghias diri berkicau murai di tepian tlagaKolam air ciptaan tuhan dipagr bukit bukit rimbaTempat insan datang untuk menghibur laraDikakinya gunung lawu di situ letaknyaKagum aku memandang keindahanmu oh rahasia alam
12. Kr. INDONESIA PUSAKA
Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jayaIndonesia sejak dulu kala tetap di puja-puja bangsaDisana tempat lahir beta dibuai dibesarkan bundaTempat berlindung dihari tuaSampai akhir menutup mata
13. TINGGI GUNUNG SERIBU JANJI
Seribu tahun kau berjanji seribu tahun ku menantiAsal saja kau setia daku tak melangar janjiPergilah kekasih hati nan perwira jaya saktiHarapanku bahagia semoga tak kecewa untuk selama-lamanyaMemang lidah tak bertulang tak berbekas kata-kataTinggi gunug seribu janji lain di bibir lain dihatiAku pergi tak’kan lama hanya satu hari sajaSeribu tahun tak lama hanya sekejap mataKita kan berjumpa pula
14. BANDAR JAKARTA
Awan Lembayung menghiasi bandar indah permaiAmat terlindung oleh pulau seribu melambaiMelambai rona-merona mengembang layangLaju perahu nelayan memecah bumi menyisir pantaiWujud teluk jakartaIndah lukisan alam kala senja menjelang pelukan malamBurung putih menyampaikan salamKata selamat malam
15. SEPASANG MATA BOLA
Hampir malam di jogjaKetika kereta tibaRemang-remang CuacaTerkejut aku tiba-tibaDua mata memandangSeakan-akan dia berkataLindungi aku pahlawanDaripada sang angkara murkaRef :Sepasang mata bolaDari balik jendelaDatang dari JakartaNuju medan tarunaKagum ku melihatnyaSinar sang perwira relaHati telah terpikatSemoga kelak kita berjumpa pula
16. SURABAYA
Surabaya Surabaya oh SurabayaKota kenangan kota kenanganTak kan ku lupaDi sanalah disanalah Di SurabayaTuk pertama tuk pertama kami berjumpaKu teringat masa yang telah laluBeribu insan beribu hati bersatu paduSurabaya ditahun empat limaKami berjuang kami berjuangBertaruh nyawa
17. MAHA MERU
Maha meru menjulang tinggiMembelah angkasa biruBerpayung awan nan putih bersihMenggetar hati terharuIndah mega bayangan laluNampak jauh sukma hatiMenegak bagai perwira saktiMemandang di awan tinggiKu peluk mahameruMengejar cita-citaGemilang merayuMenjaga ibu semataKupuja wahai kau perwiraMenjaga ibunda ratuBagaikan mahameru sempurnaTetap berbakti selalu

18. MENGAPA KAU MENANGIS
Mengapa kau menangis kasihAku selalu rindu padamuHapuslah air matamu kasihKu kan kembali padamuPercalah padaku kasihAku tak kan mengingkari janjiJangan menangis lagi kasihKu kan kembali padamu
19.AKHIR CINTA
Awal dari cinta ..Liku tanpa bahagaiSudah suratan cintaku yang pertamaCinta tanpa kasih tanpa akhir bahagiaGagal dan punah pada akhir cinta dukaRef :Aku gagal kali ini … tanpa tangis dan dukaHanya titik ..air mataDan senyum kehancuranPuisi :Awal dari cintaLiku tanpa bahagiaSudah suratanOh..cintaku yang pertama
20. AYAH
Dimana akan ku cariAku menangis seorang diriHatiku slalu ingin bertemuUntukmu aku bernyanyiRef :Untuk ayah tercintaAku ingin bernyanyiWalau air mata dipipikuAyah dengarkanlahAku ingin berjumpaWalau hanya dalam mimpiLihatlah hari bergantiNamun tiada seindah duluDatanglah aku ingin bertemuUntukmu aku bernyanyiUntuk ayah tercintaAku ingi bernyanyiWalau air mata di pipikuAyah dengarkanlah aku ingin berjumpaWalau hanya dalam mimpiSTB.
21.  JAUH DIMATA
Ohhh jauh dimata, dalam kenanganWajahmu tetap terbayangSungguh berat kita berpisah , air mataku titik berlinangOooh kabar berita kirimkan saja diangin melayangBila ingin berjumpa, kirimkan rindu hatiku di awal petangKekasih hatiku, pergilah engkau pergilah pergi berjuangDaku menunggu selamanya, selagi hayat dikandung badanTabahkan hatimu ( oo kekasih hatiku) , selamat engkau dalam perjalananSelama engkau jauh, dihatiku jadilah harapan hidupku(kembali ke : ..kekasihku)
22. PAHLAWAN MERDEKA
Pahlawan merdeka yang gugur sebagai bungaJatuh mewangi di atas pangkuan ibundaWalaupun kamu telah gugur menjual nyawaNamamu tetap tercatat jadi sebagai satria Reff : Kesuma nan indah oh bunga Negara Aji jaya sakti, nan sejatiPahlawan merdeka yang pecah sebaagi ratnaTerpencar tersebar di bumi Indonesia(intro dan kembali ke ….kesuma yang indah)
23. JUWITA MALAM
Engkau gemilang, malam cemerlangBagaikan bintang timur sedang mengembang’Tak jemu-jemu mata memandangAku namakan engkau Juwita Malam Sinar matamu menari-nari lLangsung menembus kedlam jantung kalbu Aku terpikat masuk perangkat Apa daya asmaara sudah melekatReff;Juwita malam, siapakah gerangan tuanJuwita malam, dari bulankah tuan Kereta kita segera tiba Di Jatinegara kita kan berpisah Berilah nama , alamat serta Esok lusa boleh kita jumpa pula(intro dan kembali ke ….sinar matamu)
24. ARYATI
Aryati ,…..Dikau mawar asuhan rembulanAryati,…..Dikau gemilang seni pujaaanDosakah hamba mimpi berkasih dengan tuanUjung jarimu, kucium mesra tadi malamDosakah hamba memuja dikau dalam mimpiHanya dalam mimpiAryati,…..Dikau mawar ditaman hayalkuTak mungkin dikau terpetik dakuWalaupun, demikian nasibkuNamun aku bahagia seribu satu malam
25. MORITSKO
Jikalau tuan mendengarkan iniHaraplah supaya, senang di hatiOooo aii memetik gitarSambil berbanyi membikin pendengarSenanglah di hatiHaiii kroncong moritsko aku dendangkanAgar hati rindu menadilah senangPasang telingan dengarkan yang terangApa yang kukata, di hati dendangHaii jangan bersedih dan janganlah bimbangMendengarkan ini, kembali riangAiii keroncong Moritsko kroncong kenanganSiapa yang mendengar hatinya berdebar
26. STB BAJU BIRU
Tatkala kita disana baru berjumpaYang pertama tamaDi waktu itu mengapa kau tak suka lihat paraskuRemuk redam, hatiku melayangDi alun rindu asmaraOoo kepadamuHanya kuberi nama si baju biruTapi sekarang tak kumintaKau berikan cintamu sejatiHati terharu dari sopan serta irama kasihmuSiang malam kepada si baju biruKumenanti nantiTetap dan pasti sehidup dan sematiAku disampingmu
27. KOTA SOLO
Kota Solo, kota tempat kesenian asliTarian indah murni irama yang mengiringiBanyak peziarah sejak purba hingga kiniPara agung serta pendekar sungguh maha saktiReff;Sungguh indah kota solo banyak pemandanganMulai hiburan di tepinya bengawanKota Solo yang menjadikan kenang-kenanganHingga dapat menghilangkan hati sedih dan duka.
28. SAPUTANGAN
Sapu tangan yang harum baunyaMenawan hatikuBasah airmataku karena datangnya tangiskuSaputangan yang dulu ku trimaDari kekasihkuPada masa dahulu berdua pertama bertemuReff:Penuh dengan rencaan dan janjiTelah disetujuiMeskipun bagaimana terjadiSehidup sematiSapu tangan di waktu sekarangSebagai hiburankuKarena kekasihku sekarang, tinggalkan diriku
29. SAPU TANGAN DARI BANDUNG SELATAN
Saputangan sutra putih dihiasi bungan warnaSumbang kasih jaya sakti, diselatan Bandung RayaDiiringi kata nan merdu mesra, terima kasih dik janganlah lupaAir mataku berlinang saputangannya kusimpanUjung jarimu kucium serta doa kuucapkanSelamat jalan slamat berjuangBandung Selatan dilupakan janganIntroDiiringi kata nan merdu mesraTerima kasih dik janganlah lupaAirmataku berlinang, saputanganmu kusimpanUjung jarimu kucium serta doa kuucapkanSelamat jalan, slamat berjuang, Bandung selatan dilupakan jangan
30. SETANGKAI BUNGA MAWAR
Setangkai bunga mawar yang merahDahulu ku trimaSebagai tanda mata berduaWaktu saling menyintaSetangkai bunga mawar sekarang pun layuKarena itu hanya impian pada waktu duluReff:Penuh dengan riwayat nan sedihMenawan dalam hatiKarena kamu tinggalkan pergiDan tak kan kembaliSetangka ibunga mawar yang merahSepanjang hidupkuKarna tetesan darah musnahlah hatiku
31. BUNGA ANGGREK
Bunga anggrek mulai timbulAku cinta padamuSewaktu kita berkumpulKau duduk di sampingkuEngkau cinta kepadakuBulan menjadi saksiDan engkau telah berjanjiSehidup dan sematiReff:Kini kau cari yang lainLupa dengan janjimuSudah ada gantinyaKau lupa kepadakuOh sungguh malang nasibkuKini telah jauhEngkau mengingkari janjiKau pergi tak kembali(intro dan kembali ke reff)
32. DIBAWAH SINAR BULAN PURNAMA
Dibawah sinar bulan purnamaAir laut berkilauanBerayun ayun ombak mengalunKe pantai sendau gurauan Dibawah sinar bulan purnama Hati susah jadi senang Gitar berbunyi riang gembira Jauh malam dari petangReff :Beribu bintang taburanMenghiasi langit biruMenambah cantik alam duniaSerta murni pemandangan Dibawah sinar bulan purnama Hati sedih jadi senang Si miskinpun yang hidup sengsara Semalampun hidup gembira
33. SOLO DI WAKTU MALAM
Solo di waktu malam hariMerempuh menarik hati sunyiBanyak tempat penghiburanasriPandangan mata berganti Jurug dan Tirtonadi yang permai Daun berbisik di tepi sungai Kelap kelip sinarnya pelita Remang remang bercahayaReff :Sunyi malam dikala purnamaTerdengarlah nun disanaSayup sampai Tertiup bahanaGamelan gending irama Solo di waktu malam Suara seni yang merayu-rayu Meresap dan mendalam dfi hati Menawan sanubari
34. RANGKAIAN MELATI
Rangkaian melati yang kusimpan didalam hatiMengikat jiwaku jiwamu tak akan berpisah lagiRangkaian melati yang ku ronce setiap hariSetia menanti datangnya pahlawanku yang sejatiReff : Wajahmu berseri, penuh harapan suci Semerbak harum mewangi, jasamu abadi Rangkaian melati yang ju jaga sampai ku mati Biarpun tak akan kembali Pahlawanku yang sejati

35. RINDU MALAM
Sedang tidurku lagi nyenyakWaktu tengah malamBulansedang mengembang,Digambaran tabir siangReff :Sunyi tengah malamTerdengar seru rindu malamDenganu acapan menyerukan salamTerjaga mata dengan berdebar hati di dadaMendengar bisik di dalam gelapSeru rindu malam
36. BENGAWAN SOLO
Bengawan soloRiwayatmu iniSedari dulu jadi perhatian insaniMusim kemarau Tak seberapa airmuDimusim hujan air menguapSampai jauhMata air dari jauhTerkurung air seribuAir mengalir sampai jauhAkhirnya kelautItu perahu Riwayatmu duluKaum pedagang lalu naik itu perahu
37. MERATAP HATI
Meratap hati aku menangis ditinggal pergiKekasihku selalu menggodaOh…….sengsara rasa hati tersiksaBagaimana nasipku kini yang menanggung hati rinduOh……dengar kasih aku sedang menangisAir mataku bercucuran seperti hujan gerimis
38.  JALI JALI
Ini dia si jail-jaliLagunya enaklagunya enak merdu sekaliInilah dia si jali-jaliLagunya enak lagunya enak merdu sekaliCapek sedikit tidak perduli tuanEee Sayang Sayang di Sayang. Asakan tuan senang di hatiEee capek sedikit tidak peduli tuanEee Sayang Sayang di Sayang. Asakan tuan senang di hati laju-laju lakulah perahu laju Lajulah sampai lajulah sampai ke Surabaya Lajulah laju perahu laju Hai Sayang Sayang di Sayang, lajulah sampai ke Surabaya Eee biarlah lupa kain dan baju Sayang Ee biarlah lupa kain dan baju janganlah lupa kepada saya Ee biarlah lupa kain dan baju sayang Ee biarlah lupa kain dan baju janganlah lupa kepada sayaKalaulah ada jarum yang patahJangan disimpan jangan disimpan di atas petiEee kalaulah ada jarum yang patah, jangan disimpan jangan disimpan diatas patahKalaulah ada kata yang salah tuan,Eee kalau ada kata yang salah jangan disimpan dalam hatiJalilah jali dari CikiniEee jali-jali dari CikiniJalilah jali sampai di sini.
39. TIDURLAH INTAN
Tidurlah intan tidurlah tambatan jiwaHari mulai malam pejamkanlah mataTidurlah intan tidurlah pualam bundaJangan bermain juga bergurau tertawaReff:Hidup tlah penat asyik bernyani-nyanyiMenidurkanmu anakku jauhariTidurlah intan tidurlah ke kekasih hatiEsok hari kita bergurau kembali
40. KICIR KICIR
Kicir-kicir ya tuan ini lagunyaLagu lama ya tuan betawi asliJangan dipikir ya Sayang terlalu lamaLebih baik-lebih baik kita menyanyiRiam riam ya nona riam ke huluJambu hijau jatuh di tepiDiam-diamya Sayang sabar dahuluKalau jodo kalau jodo pasti terjadiLagu lama ya tuan dari JakartaLagu merdu ya tuan dari BetawiTerlalu lama ya abang memandang sayaBisa nanti bisa nanti kan jatuh hatiKicir-kicir ya tuan dari CikiniBawa satu bawa satu buah semanggiSaya menyanyi ya Sayang sampai disiniLain waktu-lain waktu berjumpa lagi
41. GAMBANG SEMARANG
Empat penari kian kemari jalan belenggang aduhSunggu jenaka menarik suara irama gambangSambil bernyanyi jongkok berdiri semua orang aduhSungguh jenaka nyanyi mereka irama dambangReff:Bersuka ria gelak tawa semua orang karmaHati tertarik grak grik si tukang gendangEmpat penari membikin hati menjadi senang aduhSungguh gayanya tari mereka gambang Semarang
42. TERATAIKU
Kududuk di tepi danau …Airnya jernih kemilauMenenangkan fikiran ka-cau serta hati.. risauApa lagi memandang bunga teratai mengembangYang sedang di tiup a-ngin mengangguk gemu-laiRef: Terlintas bayangan wajahmu saying Didanau teratai engkau gemilang Sadar kini lamunanku …ku petik bunga terataiKucium dan ku cumbu rayu se-sertakan ku belai
43. JEMBATAN MERAH
Jembatan merah sunggu indah berpagar gedung indahSepanjang hari yang melintasi silih bergantiMengenang susah hati patah, ingat jamaan berpisahKekasih pergi sehingga kini belum kembaliReff:Biar jembatan merah. Andainya patah akupun bersumpahAkan kunanti dia disini, bertemua lagi(Intro dan kembali ke …mengenang susah …)
44. RAYUAN PULAU KELAPA
Tanah airku IndonesiaNegeri elok amat ku cintaTanah tumpah darahku yang muliaYang kupuja sepanjang masaTanah airku aman dan makmurPulau kelapa yang amat suburPulau melati pujaan bangsasejak dulu kalaRff:Melambai lambai , Nyiur di pantaiBerbisik-bisik, raja klanaMemuja pulau , nan indah permaiTanah airku, Indonesia
45.  ETANGKAI BUNGA MAWAR
Setangkai bunga mawar yang merahDahulu ku trimaSebagai tanda mata berduaWaktu saling menyintaSetangkai bunga mawar sekarang pun layuKarena itu hanya impian pada waktu duluReff:Penuh dengan riwayat nan sedihMenawan dalam hatiKarena kamu tinggalkan pergiDan tak kan kembaliSetangka ibunga mawar yang merahSepanjang hidupkuKarna tetesan darah musnahlah hatiku

46. CIRI WANCI
Langgeyane kang nganyar-anyari ambuka kuthaning atiEseme madani kembang mlathi nanting ati wigar bali semiLunging tresno angrambati roso anglari dongengan kunoInggih yen pado legane emane sami wus winengku pager ayuRef:Ciri wanci biso neniwasi lelewo ginowo matiNgundang ati tanpo nimbang roso wirang pati den tekatiBumi jembar langit tanpo tepi dalan rusak den tekatiPitutur becik tan biso numusi kang pirso mesem sajroning ati

47. DONGENG
Sinten purun kulo dongengi Dongenge poro sedulur ndeso Sugih sawah lan sugih pari Ayem lan ati ora murko Ageng Labuhe dateng negari Rupo arto lan rupo bondo Jaman gerilya gek wingi Tiang kutho ngungsi ten ndeso Sikakang lan mbakyu sing nampi Lahir batin suko lan lilo Jamin panggenan lan jamin tedi Sanadyan ora neko-neko Kocape dek naliko kuwi Sopo wonge podo rumongso Welinge ojo nganti lali Sok yen aman walesmu opo Tutukke sing dongeng puniki Indonesia pun merdeko Dikanteni tatanan asri Ngajeni mung podo manungso Welingi sing dongeng puniki Yen kakang lan mbakyu ten kutho Walese ojo nganti lali Lan Ojo di sio-sio

48. TRESNO
Tresno kang sejati koyo….Mimi lan mintuno…Senadyan bungah…senadyan susah…Tembange tresno iki… Bungah susah… dilakoni Nanging…ora janji Tak tunggu-tungu tak antu-antu Sliramu kapan baliAti…roso tresno…Nadyan ora ..critoTresno kang sejati…Ono sak jroning ati Tresno kang sejati Katyo mimi lam mintuno Lintang rembulan saksi abadi.. Sliramu mung sawiji…