Kamis, 24 September 2015

Mengenal Macam Tipe Penyair

Bukanlah penyair jika tidak bersyair yakni membuat syair (puisi). Meski demikian penyair Indonesia memiliki tipe personal yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat beberapa penyair Indonesia yang memiliki tipe tersendiri.

1. Eksentrik
Eksentrik adalah tampilan keanehan individu . Bisa pada penampilan berdandan, tingkah laku, dan perbuatan.
Penyair-penyair bertipe ini banyak dijumpai di mana-mana. Eksenriknya kadang lebih ketara sehingga menjadi kesatuan dengan namanya bahkan cirinya malah lebih menonjol. Mari kita lihat penyair kita Saut Situmorang. Menurut Anda apa yang melekat eksentriknya? tentulah tampilan rambutnya yang panjang dikelabang bukan. Penyair berpenampilan nyentrik ini pun melekat juga dengan cara bernandannya. Eksentrik menjadikan sesuatu melekat dengan jiwa seni itu. Misalnya pelukis banyak berpenampilan eksentrik, dan kini penyair pun banyak yang eksentrik. Kita mengenal Sosiawan Leak, Saut Situmorang, Eko Tunas, Isbedy ZS Stiawan, Suratdji Cazoum Bachri mereka tidak saja dikenal namanya tetapi begitu melihat cirinya orang langsung tahu siapa dia.





2. Intelektual/Investigative
Adalah tipe penyair yang berkepribadian intelektual yang slalu ditandai dengan berbagai kemampuan abstrak. Mereka memecahkan masalah tidak tergantung dengan pengamatan pribadinya saja tetapi memcahkan masalah dengan evektif dan efisien dengan diperlukan intelegensi, imajenasi, serta kepekaannya terhadap masalah intelektual dan fisik. Namun mengambil keputusan bisa lama dan bertahap karena harus objektif dan dapat diukur.. Biasanya banyak dari kalangan akademik. Merka adalah penyair top yang banyak karya bukunya tidak saja fiksi tetapi bersifat non fiksi dalam kesusastraan kita. Mereka adalah Penyair Goenawan Muhammad, Jamal D. Rahman II, Maman S Mahayana, KH Mustofa Bisri, dll.






3. Akademik
Adalah tipe penyair yang tak lepas dari jiwa mendidik (guru). Kadang lebih pada tokoh pendidikan. Mereka tak memikirkan sedikitpun akan nama popularitas pribadi tetapi lebih bagaimana orang lain dapat menerima apa yang dilahirkan dari pemikirannya. Penyair ini biasanya dari kalangan guru, namun popularitas lebih pada yang berada di perguruan tinggi atau lembaga penelitian , kita mengenal Soebakdi Soemanto, Ratna Indraswari, atau Helvi Tiana Rossa juga banyak yang lain.




4. Multi Talent Profesional Intertaiment
Tipe ini memang tidak terlalu banyak, tetapi dapat menjadikan inspirator bagi yang lain , sebab bagaimana pun profesional sangat dibutuhkan agar tidak saja meraih popularitas tetapi meraih materi. Mereka ternyata memiliki banyak talenta yang pada tiap-tiap kepiawaiannya dapat bertindak secara profesional tetapi dalam satu kesatuan seni yang dimilikinya. Sebut kita mengenal Ebiet G Ade, Emha Ainun Nadjib, Iwan Fals. Rieke Diah Pitaloka (oneng). Ebiet dan Iwan Fals sebetulnya adalah juga penyair dengan karya bagus yang dipopulairkan lewat talenta lain yang dimilikinya. Tentu saja masih banyak penyair memeiliki Multi Talent ini seperti penyair juga pelukis, penyair juga dalag wayang, atau penyair juga pelawak.





Sabtu, 19 September 2015

Hati hati kuliah Kelas Jauh Jangan-jangan Abal-abal

Berikut klipiing koran kegiatan wisuda abal-abal :

TEMPO.CO, Banten - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menggerebek acara wisuda abal-abal di kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Provinsi Banten, Sabtu, 19 September 2015.

"Mereka melakukan pembelajaran kelas jauh dan setelah ditelusuri ternyata tidak ada pembelajaran. Jadi seperti jual-beli ijazah. Ini pelanggaran," kata Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik Perguruan Tinggi Supriadi Rustad di kampus UT.

Menurutnya, acara wisuda yang dilakukan Yayasan Aldiana Nusantara itu tanpa izin dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan tidak melapor ke pangkalan data pendidikan tinggi.

Wisuda abal-abal tersebut diikuti beberapa perguruan tinggi. Antara lain Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha, serta Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa.

Yayasan Aldiana Nusantara selama ini melakukan pembelajaran kelas jauh. Ada yang di Sulawesi Selatan, Sopeng, Papua, Ambon, dan Nusa Tenggara Timur.

Dari penelusuran Tim Evaluasi, kelompok ini sudah tiga tahun melakukan pelanggaran. Supriadi menjelaskan peserta wisuda adalah warga yang kurang berpendidikan dan tidak tahu aturan.

"Kami tanya, mereka tidak bisa menjawab dari kampus mana, hanya menunjuk spanduk acara saja,” ujar Supriadi

DANANG FIRMANTO

Baca Puisi Gampang-gampang Susah

(Bagian 1)

Ternyata membaca puisi itu tak semudah sepintas melihat orang baca puisi. Apalagi bagi mereka yang asing di per-puisi-an. Boleh jadi lagak gaya awal bakal dilupakan, ketika puisi dibaca, baca puisi yang asal-asalan bahkan ngawur. Banyak aspek tentang membaca puisi yang khusus bagi pembacaan di depan forum/publik. Bagi yang terbiasa mungkin tidak masalah, mereka hanya memperbaiki dari pengalaman sebelumnya. Sedang bagi yang tak biasa sebaiknya berlatih agar dapat tampil membaca puisi maksimal.
Berkali penulis menonton pembacaan puisi baik dalam lomba maupun berbagai kegiatan sastra yang diselingi pembacaan puisi. Tak sedikit pembaca puisi yang kurang mempersiapkan diri. Jangankan disimak, tidak ditertawakan saja sudah untung. Persiapan diri sangat penting dilakukan bahkan yang sudah memiliki nama besar pun banyak yang melakukan persiapan diri sebelum tampil.
Pahami isi puisi

Begitu puisi dilihat kemudian langsung dibaca, ini perlu kepiawaian, hanya dimilikioleh sedikit pembaca puisi yang demikian. Sebab pemahaman isi sangat diperlukan untuk memperlihatkan maksud puisi. Dibaca barang 1 atau 2 X sangat berarti untuk pemahaman puisi yang akan dibacakan. Bila perlu puisi yang akan dibacakan jauh sebelumnya dipersiapkan sehingga memudahkan ekspresi saat tampil. Boleh jadi karena ekspresi , walah hanya melirik kata di baris puisi mulut pembaca puisi langsung menuntaskan baris puisi karena hafal.
Pemahaman terhadap puisi yang akan dibacakan sangat perlu sebagai 'pesan yang akan disampaikan. Biasanya judul puisi merupakan kepala pesan , namun bukan tidak mungkin judul puisi malah tujuan atau sebaliknya bagi sebuah puisi utuh. Karena itulah sebelum tampil membaca puisi hendaknya memahami maksud tujuan serta pesan penyair puisi tersebut.

Perhatikan artikulasi kata dalam kalimat dan kata-kata Baru.
Kesletot kata bisa mungkin karena kurang pahami kata baru dan artikulasi yang berada dalam baris kata. Jika ini terjadi maka nilainya, bagi juri misalnya, adalah nol atau diskualifikasi. Mengapa? Jelas ini adalah pembacaan yang salah sebab naskah adalah paten dan baku bagi sebuah karya. Apapun isi puisi harus dibacakan sesuai dengan asli tulisannya. Tak ada kata perubahan untuk penyesuaian kata atau penyederhanaan. Kecuali bagi naskah-naskah alih bahasa.
Pembaca puisi yang telah biasa , biasanya sangat memperhatikan kata-kata baru dan kata-kata dengan artikulasi yang dimaksud dalam baris puisi atau bait puisi. Salah penafsiran bukan kebebasan apresiasi tetapi sudah salah terhadap kandungan. Hal ini dimaksudkan agar kita menghargai cipta seseorang.Apresiasi adalah wujud penghargaan cipta itu.

Baca puisi bukan deklamasi
Disini pengertian perlu diluruskan agar tidak salah kaprah. Baca puisi boleh dengan kebebasan gerak , boleh dengan kebebasan bertingkah, dan boleh dengan kebebasan aksi panggung . Baca puisi juga boleh dengan segala macam kolaborasi seni dan musik. Kebebasan ini namun tetap terjaga dengan makna baca puisi itu. Yakni penyampaian karya sastra berupa puisi yang di sampaikan dengan bentuk lisan tanpa merubah arti pesan dari penyairnya. Jadi laval ucapan pembaca puisi harus jelas terdengar. Mau lirih atau teriak boleh saja tetapi artikulasinya dari ucapan itu benar. Kita perhatikan tokoh penyair yang telah piawai membaca puisi, ketika tengah membaca puisi walau dengan tingkah apa pun tetap suara menjadi nomor satu. Lantang, mendayu-dayu, kemudian lirih sedih dan kemudian menghentak mengagetkan !

Baca puisi bukan deklamasi
Disini pengertian perlu diluruskan agar tidak salah kaprah. Baca puisi boleh dengan kebebasan gerak , boleh dengan kebebasan bertingkah, dan boleh dengan kebebasan aksi panggung . Baca puisi juga boleh dengan segala macam kolaborasi seni dan musik. Kebebasan ini namun tetap terjaga dengan makna baca puisi itu. Yakni penyampaian karya sastra berupa puisi yang di sampaikan dengan bentuk lisan tanpa merubah arti pesan dari penyairnya. Jadi laval ucapan pembaca puisi harus jelas terdengar. Mau lirih atau teriak boleh saja tetapi artikulasinya dari ucapan itu benar. Kita perhatikan tokoh penyair yang telah piawai membaca puisi, ketika tengah membaca puisi walau dengan tingkah apa pun tetap suara menjadi nomor satu. Lantang, mendayu-dayu, kemudian lirih sedih dan kemudian menghentak mengagetkan !

Foto penyair :Lukni Maulana, Dimas Indiana Senja,Nana Sastrawan, dan Muhammad Rois Rinaldi. 

Kamis, 17 September 2015

Puisi tak pernah kemarau.

Puisi tak pernah kemarau.
Temanku di Semarang Wardjito Soeharso, penyair, berusaha terus menghidupi puisi , begitu juga penyair Heru Mugiarso, ia telah memberi gagasan (PMK) seakan menyebar benih puisi. Lain lagi dalam sebuah kesempatan penyair Syarifuddin Arifin Dua senantiasa mengajak yang muda-muda utuk terus memelihara budaya menulis puisi. Sedang penyair intelektual Bambang Widiatmoko ada saja slalu gagasannya setiap tahunnya. Begitu pula Mas Bambang Eka Prasetya begitu rajinnya ia membimbing dan menjalin persahabatan terhadap para pecinta puisi di Tanah Air. Sedangkan Sosiawan Leak terus berkiprah tak henti menginventaris puisi hingga 'PMK V sekarang. Di tempat lainnya di seberang pulau penyair Arsyad Indradi dan Ibramsyah Amandit adalah adalah orang tua yang patut mendapat tauladan karena kepeduliannya membina penyair muda. Sahabatku Wayan Jengki Sunarta, di Bali tak henti berkreatif. Teman-teman di Tangerang barusan selenggarakan silaturahmi penyair nusantara yang dimotori perempuan penyair Rini Intama, dan penyair Trip Umiuki. Nun jauh di sana di kupang penyair Dedari Rsia tengah rajin menghidupkan puisi dalam kemasan tersendiri. Banyak juga penyair yang membikin hujan puisi seperti pemyair Kurniawan Junaedhie. Di Serang Toto S Toto St Radik mungkin tengah akan membuat kejutan berikutnya. Sahabatku Ali Arsy adalah penyair produktif. Sedang sukses Mas Sofyan RH Zaid membuat semangat penyair lainnya. Tentu saja masih banyak penjaga puisi lain, Acep Syahril kini punya koran sendiri agar dapat menampung hujan puisi. Wah pendek kata puisi tak pernah kemarau. Salam sastra Indonesia.