Rabu, 30 Agustus 2017

Joe Annas Hasan Merdeka




Joe Annas Hasan

Merdeka

malam ini memang suram
rindang pohon yang bermain dengan angin
melambai pada bayi kucing yang dibuang ayah
tak ada cinta disini
tapi hari ini, di semua pojok
mereka berbondong-bondong berteriak
“merdeka!!!”
tanpa sadar mereka merenggut kemerdekaan orang lain
dan aku merasa terpenjara kembali
terjajah oleh kaki dan tanganku sendiri
bukan karena nakalnya melampaui batas
tapi karena tak bisa berbuat apa-apa
saat piring kaleng itu hanya terisi air mata
dan jutaan permohonan belas kasih

hari ini semua telah merdeka
merdeka karena perut telah kenyang
merdeka karena mata telah kenyang
memandang ketidakadilan di rumah sendiri
(17 Agustus 2017)

  Joe Annas Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Aktif di bidang olahraga (Taekwondo). Berdomisili di Papua.

Riswo Mulyadi dalam Kita Dijajah Lagi : MERDEKA DALAM TANDA TANYA




Riswo Mulyadi
MERDEKA DALAM TANDA TANYA

berapa kali kauteriak merdeka?
berapa kali kaunikmati luka?
berapa kali kaukubur mimpimu?
nikmati saja rasa kemerdekaan itu
simpan rapat-rapat tanda tanyamu
karena kita belum benar-benar merdeka

2016-2017

Najibul Mahbub dalam Kita Dijajah Lagi : Kita dijajah handphone




Najibul Mahbub
Kita dijajah handphone

Kita dijajah lagi
Sejak telpon kabel
Beralih menjadi handphone
aplikasi sosial media berseliweran
Dalam celana
Gerah, memenuhi otak
Hingga keluar dari mulut jahat
Dan tangan jahil
Semua mengumpat
Saling benci
Beraksi mengerah massa
Mencibir pemerintah sah
Menggerogoti pijakan ibu Pertiwi
Semua benar
Merasa hanya pada miliknya
Atau sekelompok saja

Ah....Handphone
Bukan lagi media komunikasi semata
Tapi bahan pengerahan massa
Juga makar bersama
Ia bergema menjadi
Penjajah tak berbentuk
Mencuci otak hingga terkotak-kotak
Hingga jihad menjadi rencana
Mati sia dikata mulia

Ah....Kita termakan handphone
Mengunyah dengan sembarang
Meminum tanpa mengecek
Menguap tanpa difilter
Hoax dan bully menjadi tradisi

Negeri ini semakin ngeri
Handphone menjadi pijakan
Mendiri negara
Menjadi tujuan utama

Handphone memborbardir
Halaman-halaman media
Iklan-iklan susu, bh, dan permen lima ratusan
Semua berseliweran
Via WhatsApp, Facebook, Twitter
Instagram,
juga telegram yang dilarang
Media Menembaki otak
Mendoktrin konsumerisme warga
Memborong sandang pangan
Memunculkan sekat-sekat masyarakat
Dan kini menjadi Mak comblang di dunia Maya

Pekalongan, 29 Agustus 2017

M.Sapto Yuwono dalam Kita Dijajah Lagi BUKAN MENAGIH JANJI (Mengapa mereka berjualan di trotoar)



M.Sapto Yuwono

BUKAN MENAGIH JANJI
(Mengapa mereka berjualan di trotoar)

Hanya ada itu tempatnya
Tanah luas gedung tinggi
Tak cukup baginya memiliki
Negriku luas

Tak cukup bagi kami
Cuma etalase 1 x 1 m
Mereka tak butuh kami
Hati ini telah di jajah
Negeri kami luntur

Sosok kami butuh sesuap nasi
Bukan menagih  janji

Muara Bungo 30 Agustus 2017

M.Sapto Yuwono

Lahir 47 th yang lalu di Muara Bungo-Jambi
Aktif di Komunitas Seniman.Bungo
Bekerja sebagai petani biasa